Dampak penerapan Satu Nasabah Hanya Boleh Punya 2 Kartu Kredit

8 Dec

Pada hari jum’at Gubenur BI Darmin Nasution mengeluarkan wacana pembatasan setiap satu nasabah maksimal 2 kartu kredit, berita ini langsung heboh di  twitter dan facebook  apalagi pengguna kartu kredit, banyak inbox, mention, wall ke saya bertanya apa dampaknya di masa depan apabila aturan ini benar benar di terapkan? Karena banyak pertanyaan tersebut dan jawaban yang di butuhkan lebih dari 140 karakter untuk mencegah timbulnya kesalahpahaman , maka dengan ini akan saya jelaskan apa dampak akibat nya dan siap saja yang rugi

Tentu dampak terbesar yang paling  terkena imbas nya adalah bank bank penerbit kartu kredit, seperti yang tercatat di data asosiasi kartu kredit Indonesia (AKKI) “Tahun 2007 transaksi kartu kredit hanya Rp 72 triliun, 2008 sebanyak Rp 107 triliun. Kemudian untuk tahun 2009 sebanyak Rp 136 triliun dan pada 2010 sebanyak Rp 163 triliun, namun di 2011 sendiri baru 8 bulan pertama sudah menunjukkan angka Rp 119 triliun,”

 Peningkatan terjadi karena penetrasi pasar yang di lakukan oleh bank bank penerbit kartu kredit tentu sepengetahuan induk VISA atau MASTERCAD nya , hal ini sudah saya prediksi tahun lalu di saat saya menulis buku CREDIT CARD REVOLUTION , Amerika yang notabene sebagai  Negara penerbit kartu kredit sedang menggenjot pemasukanya dengan mengeksplor pasar ASIA , di buku saya jelaskan rinci bahwa Ekspor terbesar Amerika adalah hutang salah satu produk nya adalah kartu kredit, dan Negeri paman Sam itu lagi butuh duit banyak untuk  memulihkan negaranya

Apabila pembatasan benar benar di berlakukan maka akan ada penurunan omset besar besar an di sektor kartu kredit  karena fakta di lapangan sebagian masyarakat yang punya kartu kredit punya lebih dari 5 kartu , penurunan omset kartu kredit di Indonesia berarti penurunan omset VISA dan MASTER CARD  berarti juga  penurunan omset hasil produk ekspor Amerika. Pertanyaan saya, apakan kapitalis Amerika akan diam saja melihat omsetnya menurun? Anda sendiri yang simpulkan.

Kebijaksanaan Bank Bank Penerbit Kartu Kredit  yang di lakukan besar kemungkinan tidak dilakukan sepenuh hati, Langkah BI sebelum nya adalah dengan menggertak akan menutup merchant merchant yang terindikasi memakai mesin nya untuk gesek tunai.  tapi mana buktinya saya masih melihat iklan iklan di Koran Gestun masih banyak, saya yakin para Bank Penerbit Kartu Kredit menghadapi dilema, di satu sisi dia harus menekan gestun, sisi yang lain dia harus meningkatkan omset.

Apakan wacana ini nanti akan seperti wacana wacana yang  terdahulu? Kita lihat saja nanti

Boleh kita berandai andai, apabila mungkin  kebijaksanaan ini  benar benar terealisasi dampak apa yang akan kita alami ? Dengan penerapan satu nasabah yang maksimal mempunyai 2 kartu kredit, apa yang terjadi bila yang sebelum nya nasabah tersebut mempunyai lebih dari 2 kartu kredit?

Asumsi Pertama

Apakah bank mau memberikan dispensasi pemutihan nasabah yang sudah punya banyak kartu kredit,dan sudah terpakai apabila kartu nya di tutup maka seluruh tagihanya akan di putihkan.  Heheh kalau ini terjadi maka asik donk yang punya banyak kartu kredit, saya berharap ini terealisasi karena saya termasuk orang yang di untungkan  dengan kebijaksanaan ini. Tapi kecil kemungkinan ini terjadi, karena ini semua masalah bisnis mana mau bank di suruh rugi

 

Asumsi Kedua

Ketika penerapan  setiap nasabah maksimal punya 2 kartu kredit, apabila nasabah itu sudah punya lebih dari dua maka akan di tutup secara sepihak oleh bank dan nasabah di suruh menyelesaikan tagihanya? Kalau asumsi kedua ini terjadi maka akan terjadi  akan terjadi kredit macet besar- besaran di sektor kredit konsumsi , bisa di sebutkan bahwa kemacetan ini akan secara masif,masal  serta akan melumpuhkan bank bank penerbit kartu kredit yang berimbas pada chaos.

Kenapa demikian, omset kartu kredit tahun 2010 mencapai 163 triliun setahun  dan kita tahu pemakaian kartu kredit terbanyak di Indonesia bukan untuk belanja, tapi sebagian besar masuk ke sektor usaha walaupun hal tersebut. tidak pernah  tercatat berap pastinya tapi perkiraaan kami mencapai 70%. Apabila kebijaksanaan ini di terapkan  maka coba hitung berapa potensi kerugian yang akan di derita bank ? apakah kekacauan 1998 akan terjadi lagi?

 

Asumsi Ketiga

Pembatasan diberlakukan kepada nasabah yang belum punya kartu kredit dan akan mempunyai kartu kredit, apabila nasabah tersebut  sudah punya lebih dari 2 kartu kredit maka sisa kartu kredit nya tidak di bekukan, tetapi nasabah tersebut tidak bisa mempunyai kartu kredit lagi. Asumsi ketiga ini cukup masuk akal , akan tetapi akan banyak PR bank untuk membatasi hal tersebut, tetap banyak cela terhadap aturan ini misal, bagaimana bila nasabah tersebut  mengajukan aplikasi serantak di 5 bank, dan aplikasi di terima semua?

PEMBATASAN BUKAN SOLUSI

Dari ketiga skenario tersebut bisa di bilang tidak ada yang benar benar menjadi solusi, semua mempunyai dampak buruknya masing masing,  solusi terbaik bukan lah pembatasan, hal ini akan menimbulkan masalah yang baru

Menurut pendapat saya yang tepat adalah melakukan edukasi kepada pengguna kartu kredit bagaimana cara mengelola  yang baik dan benar, hal ini tidak di lakukan bank bank penerbit.

 Coba anda lihat ada banyak sekali promosi kartu kredit baik itu di baliho jalan, di mall, di surat kabar, di televisi dan semua itu promosi merayu nasabah untuk menggunakan kartu kredit nya, pernah kah anda lihat iklan yang mengedukasi nasabah untuk mengelola kartu kredit nya sacara bijak? Tidak ada, di mana para nasabah belajar mengelolah kartu kredit nya? Ribuan murid saya menjawab belajar sendiri atau di ajari oleh teman, bagaimana kalau dia belajar hal yang salah? Itulah yang terjadi saat ini kita sebagai nasabah di rayu untuk memakai kartu kredit dengan bombardir promosi, apabila sudah kita pakai dan ternyata kita tidak sanggup membayarnya? Yang ada kita yang di salahkan lagi, di teror , di aniaya debt collector.

Sudah saatnya Bank bank penerbit mendidik nasabahnya untuk menjadi nasabah yang baik dan bijak,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: